Sabtu, 11 Mei 2019

Penghasilan Tuyul Gak Masuk Akal


Selamat datang di blog saya 😊
Semoga kamu dalam keadaan hati yang baik dan berlimpah harta aamiin

Jika dengar kata tuyul, hal apa yang pertama kali terlintas dalam bayangan kamu?
( Tulis ya dikomentar 😄)

Secara sederhana tuyul biasa digunakan untuk mendatangkan kekayaan secara instan, bahasa kerennya pesugihan. Dan biasanya ada seorang dukun alias paranormal atau orang pintar ( ini orang emang beneran pintar ya ? hmm… ) yang memberitahukan tata cara, syarat dan proses serta larangan yang harus dipenuhi sang pengadopsi tuyul hehe… (Kenapa adopsi coba? Karena si tuyul termasuk makhluk yang menyerupai anak kecil ). Jangan tanya saya ya cara biar bisa pesugihan, karena saya juga gak tau hehe…

Cuma tadi pagi setelah nonton film Tuyul part 1 (2015) dan ingin lanjut ke part 2, saya nyasar di sebuah laman yang cukup menarik untuk ditelaah ulang.

Di laman ini ada dua penawaran oleh sang paranormal,
pertama mahar untuk prosesi memiliki tuyul dengan level biasa dan istimewa,
kedua berupa penyewaan tuyul untuk satu atau dua bulan dengan biaya sewa tertentu sesuai level pula.

Ada sedikit kejanggalan sih menurut saya…
Jika dilihat dari hitung-hitungan kasar, ini kurang menguntungkan
(Silahkan lihat gambar di bawah ini ya…)



Dari potongan screnshoot ini, terlihat bahwa biaya sewa dihitung perbulan dan bukan per dua bulan.

Alkisah. Anggap saja ada si Makar.  Ia ingin mencoba keberuntungannya dengan melakukan sewa melalui paranormal ini. Sebab kehidupannya sudah keblingsek dan banyak hutang serta pusing tujuh keliling. Ia akhirnya nekat datang ke paranormal dengan modal Rp 0 alias nol rupiah.

Dengan berbekal hp teman yang dipinjang untuk nelpon, Si Makar memulai aksinya. Ia menelepon sang paranormal dan menceritakan kesulitan hidupnya serta kondisinya sekarang. Karena tidak ada uang yang bisa di transfer untuk menyewa tuyul, akhirnya paranormal menyuruh si Makar untuk berhutang.

Paranormal menjanjikan bahwa si Makar bisa mendapatkan uang lebih dari modal pinjaman yang di pinjam saat ini. Si Makar menurut saja. Ia pergi ke sana kemari untuk mencari hutang sebagai modal sewa tuyul. Saat ini sangat sulit untuk si Makar mencari pinjaman lagi karena sudah banyak orang yang menjadi korban lantaran si Makar tidak bayar utang. Orang tidak lagi percaya pada si Makar, terutama kata-kata manisnya akan membayar hutang dan mencoba berhutang lagi.
Sudah seharian si Makar berkeliling dan menghubungi orang, namun tidak ada yang mau membantu meminjaminya uang.

Jika sesuai dengan tarif sewa, si Makar membutuhkan uang sebesar 75 Juta untuk menyewa tuyul level biasa dengan penghasila 70 Juta per bulan. Total itu belum termasuk dengan biaya lain-lain seperti uang rokok paranormal dan ongkos sana sini.

Coba kita hitung saja begini,
Biaya Sewa 75 Juta selama sebulan
Penghasilan 70 Juta selama sebulan.

Lah apa iya ketemu >,<
Yang ada bukannya makin kaya malah makin miskin dong
Tiap bulan tekor 5 Juta :D

Coba klo si Makar sewa Tuyul Level Istimewa
Biaya sewa tuyul 130 Juta selama sebulan
Penghasilan tuyul istimewa 125 Juta selama sebulan

Lah sama aja Lur  -_-”
Rugi 5 Juta per bulan nya
Wkwk…

Menurut kalian si Makar harus gimana ya?
Tulis di komentar ya

Bandar Lampung, 11 Mei 2019


Share:

Selasa, 30 April 2019

Sholat Membekas Di Hati


Hari ini saya melihat begitu gigihnya seorang guru mengajari seorang anak berkebutuhan khusus untuk mengikutinya sholat dan menjalankan kewajibannya untuk beribadah. Mungkin sebagian orang akan berpikir “kenapa harus repot-repot mengajak anak dengan kebutuhan khusus sholat, toh mereka juga tidak mengerti”. (Ini hanya contoh ya…)

Saya menyadari nikmat Allah yang diberikkan kepada anak itu, guru, orang tua dan orang sekitarnya seperti saya. Nikmat Allah SWT untuk anak itu adalah pemeliharaan baginya dari segi kasih sayang dan lingkungan serta kebutuhan material. Itulah janji Allah bahwa rejeki setiap manusia sudah ditentukan takarannya. Rezeki di sini bukan hanya berupa material tapi juga perhatian dan kasih sayang.

Saya kutip sebuah ayat, setiap makhluk yang berjalan di muka bumi diberi rezeki, sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

“Dan tidak ada satupun makhluk yang berjalan di muka bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya” (Huud: 6).

Nikmat yang Allah berikan kepada guru tersebut adalah nikmatnya kesabaran. (Guru memang selalu memiliki keuntungan ilmu yang menjadi amal jariyahnya.) Meski guru tersebut seorang laki-laki namun ketegasan tidak mempengaruhi kasih sayangnya pada murid ini. Saya bersyukur bisa bekerja di sekolah ini. Sekolah yang sangat memperhatikan kebutuhan agama muridnya. Baik muslim atau non-muslim dapat menjalankan agamanya masing-masing dengan support penuh pihak sekolah.

Semoga orang tua anak tersebut selalu diberi kelapangan dalam segala hal. Aamiin… Mungkin akan ada yang beranggapan bahwa ini ujian, namun jika disikapi secara positif ini adalah sebuah peluang emas. Bagi muslim, surga adalah tempat kembali paling baik. Jika kita hitung-hitung, pahala itu ibarat mata uang yang dapat menentukan seberapa pantasnya kamu masuk ke dalam surga (jangan lupakan pula syarat tertentu untuk masuk surga ya hehe…). Bagi orang tua dan keluarganya anak tersebut adalah peluang emas untuk mendulang pahala tanpa henti. Allah sudah menitipkan anak tersebut pada orang tuanya, maka Allah menganggap orang tua tersebut pantas mendapat bingkisan pahala ini tanpa henti.

 Untuk saya sendiri ada sebuah getaran untuk selalu bersyukur. Kejadian ini tepat terjadi saat hati saya sedang gelisah. Selepas sholat saya membaca beberapa ayat Al-Quran sebagai penghibur hati. Sedangkan sebelum itu ada tangisan ketidak puasan dari seorang hamba yang futur. Semoga setahun setelah tulisan ini publis saya sudah memiliki hafalan Al-Quran minimal 1 Juz, sehingga air mata karena kebodohan saya tidak sia-sia. (Mohon doa dari teman-teman juga ya :) semoga yang mendoakan saya juga dapat memilki hafalan Al-Quran aamiin…)

Saya sering melihat dan menyaksikan anak ini memasuki ruangan saya dan melihat barang-barang yang ada di meja para staff lalu meletakkannya lagi. Meski terkadang anak tersebut kesal karena dilarang untuk mengetuk benda-benda terlalu keras atau berakhir dengan menangis dan didampingi lagi oleh gurunya. Saya bersyukur Allah masih memberi nikmat saya untuk selalu diingatkan lagi dalam bersyukur. Masyallah, kasih sayang Allah pada saya. Semoga teman-teman juga mendapatkan banyak kasih sayang Allah dan makin tebal keimanannya.

Inilah nikmat yang menurut saya ada di dalam sebuah perstiwa siang ini. Jika teman-teman memiliki pendapat yang berbeda silahkan tinggalkan di komentar :) saya sangat senang jika teman-teman meninggalkan jejak di komentar

23 Syaban 1440H
Bandar Lampung, Senin 29 April 2019

Share:

Rabu, 16 Januari 2019

Angka Di Balik NIK

Gambar terkait
Angka pada NIK tidak sembarangan. Semua rangkaiannya terdiri dari berbagai kode khusus. Secara berurutan, begini penyusunan kode-kode dalam NIK tersebut:
  • 2 digit kode provinsi
  • 2 digit kode kota/kabupaten
  • 2 digit kode kecamatan
  • 6 digit tanggal lahir dalam format hari, bulan dan tanggal
  • 4 digit terakhir nomor urut yang dimulai dari 0001
Khusus untuk perempuan, ada tambahan angka 40 pada tanggal lahirnya. Sebagai contoh, seorang yang perempuan lahir di Kota Bandung tanggal 11 November 1990 maka NIK-nya adalah: 10 50 24 111190 0001.
Mari ambil contoh NIK dari provinsi lain dengan nomor 1371011709860005. Maka penjelasan dari NIK ini meliputi:
  • 13: kode Provinsi Sumatra Barat
  • 71: kode kabupaten/kota Padang
  • 01: kode Kecamatan Padang Selatan
  • 17: kode tanggal lahir (karena laki-laki, jadi tidak perlu ditambahkan angka 40)
  • 09: kode bulan lahir yakni bulan September
  • 86: kode tahun lahir 1986
  • 0005: kode nomor urut registrasi. 5, artinya penduduk tersebut urutan ke-5 dari sekian banyak penduduk yang mempunyai tanggal kelahiran yang sama dalam 1 wilayah kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat yang membuat KTP.
Adapun keaslian NIK ini dijaga melalui sistim identifikasi biometrik, sidik jari, iris mata dan wajah pada program Penerapan KTP Elektronik (e-KTP). Oleh sebabnya, satu NIK tidak mungkin dimiliki lebih dari seorang.
Share:

Rabu, 19 September 2018

Tempe Goreng vs Ayam Goreng


#Rejeki tidak tertukar, ditulis 19 September 2018

Jika berkaitan dengen rejeki kebanyakan konotasi orang akan langsung terbayang hal-hal seputar harta, pekerjaan atau momongan. Ups..😋 untuk yang masih belum halal jangan baper 😁 yang sudah halal dan belum memiliki momongan atau ingin menambah momongan semoga dimudahkan serta yang belum halal semoga dipercepat jodohnya aamiin…

Kita balik lagi ke rejeki ya. Pernah tidak, teman-teman merasa tidak mendapat rejeki atau ada kejadian dimana saat itu terlintas pikiran bahwa seharusnya itu rejeki saya?
Bisa dibilang itu adalah bentuk kekesalan kita akan harapan kita yang kandas, mungkin kata lainya kecewa.

Tapi sebagai seorang muslim kita harus tetap meyakini malaikat tidak mungkin salah menjalankan tugas. Ingat kan ya siapa malaikat yang membagikan rejeki 😊 Mungkin bisa kenalan dulu biar lebih akrab atau bolehlah googling buat cari tahu siapa namanya hehe…😂

Banyak sekali orang yang mempelajari tentang rejeki baik dari buku, seminar, praktisi atau bahkan tuntunan agama islam. Memang ikhtiar itu wajib, sehingga tidak ada salahnya jika melakukan hal-hal yang sudah terbukti mendatangkan rejeki selama itu sesuai dengan syariat islam, seperti misalnya bersedekah.

Namun kali ini kita tidak membahas sedekah. Kita akan membahas yang lebih sederhana dari sedekah dengan nilai pengorbanan secara material 0 rupiah, alias Gratis.

Kunci semua itu syukur. Mensyukuri sesuatu Gratis kan ya?
Namun meski gratis hal ini sulit dilakukan dan tidak jarang saya pun sulit melakukannya.
Baru-baru ini saya mendapatkan rejeki ayam goreng 😍

lah kok ayam goreng aja bangga, mungkin begitu sebagian orang berfikir. Dan kenyataannya dulu saya juga bagian dari orang-orang yang meremehkan hal yang dianggap kecil seperrti ini.

Kenapa saya merasa ini rejeki? Karena ini hal yang saya inginkan hari itu. Sebenarnya saya memiliki ayam ukep yang siap digoreng di kulkas, namun karena sudah menggoreng tempe yang cukup banyak saya merasa cukup untuk hari itu. Kan tidak ada salahnya menikmati saja apa yang ada dulu, dan menu ayam goreng bisa untuk lain waktu. Sayang juga kan kalau mubazir tidak termakan karena berlebihan.

Dan juga Allah sudah berjanji kepada hambanya akan menambah nikmat-Nya, apabila hamba itu bersyukur.

Saya kutip ayatnya ya, Al-Quran surat Ibrahim ayat 7 dan berikut ini adalah bunyi ayat dan terjemahannya :

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Artinya :
Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan :
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambahkan (nikmat) kepadamu, tetapi jika  kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

Wah luar bisa ya J
Jika kita lihat pun ini akan sangat menguntungkan. Memang tidak ada kerugian jika berdagang kepada Allah SWT. Tapi poinnya bukan soal berdagang ya.

Saya lanjutkan ceritanya ya…
Hari itu pun saya menikmati nasi, sayur kangkung beserta tempe dan kerupuk untuk menu makan. Setelah sholat magrib, saya memakan porsi terakhir dari menu hari itu. Baru setengah makanan saya habiskan, pintu kamar kost diketok. Saya mengenali suaranya, itu teh Gia, teman satu kosan saya. Ternyata teh Gia menawarkan nasi bungkus, Ayam Jletot katanya. Saya menerima dengan senang.

Mungkin memangn Allah menakdirkan saya makan Ayam hari ini, tanpa bersusah-susah menggoreng terlebih dahulu hehe…😅

 Mungkin untuk sebagian orang ini peristiwa yang dianggap kecil. Tapi percayalah semua yang besar dimulai dari yang kecil. Jika kita tidak mensyukuri yang kecil bagaimana mungkin kita bisa mensyukuri yang besar.

Selalu belajarlah bersyukur saudaraku,
karena kelak akan kau dapati hasil dari jeripayah 0 rupiah mu

Silahkan tinggalkan tanggapan atau kritikannya di komentar atau bisa email ke blog ini ya 😊

Share:

Selasa, 24 Juli 2018

Pelbagai Sebagai Kata Baku

Barangkali banyak orang Indonesia yang jarang mendengar atau membaca kata pelbagai dan merasa kalau kata tersebut adalah bentuk tidak baku dari berbagai, atau justru tidak tahu sama sekali dengan kata ini. 😂

Saya juga merasakan hal yang sama saat membaca sebuah artikel parenting. Didalam artikel tersebut termuat kata pelbagai yang baru pertama kali saya lihat.

Saya menemukan sebuah kalimat seperti ini:
  "Membuat pelbagai suara dengan mulut."

Sepertinya memang kita harus lebih belajar lagi tentang kata-kata baku karena pada kenyataannya banyak kata-kata bahasa indonesia yang terlupakan sebab tidak digunakan atau setidaknya sekedar diketahui.

Namun, tahukah kamu bahwa kata ini ternyata baku dan memiliki makna yang mirip dengan berbagai?

Pelbagai termasuk kelas kata numeralia yang memiliki makna “berbagai-bagai”, “beberapa”, “bermacam-macam”, dan “beraneka macam”.
Perbedaannya dimana?
Kata berbagai merupakan kata turunan dari kata bagai. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata bagai memiliki tiga arti, yaitu 1) n, kl, jenis; macam; 2) n, sama; persamaan; banding; 3) p, kata depan untuk menyatakan perbandingan; seperti; laksana.
Salah satu kata turunannya adalah berbagai, yang salah satu artinya dalam KBBI adalah “bermacam-macam” atau “berjenis-jenis”.

Kata ini termasuk dalam kelas kata numeralia, atau kata (atau frasa) yang menunjukkan bilangan atau kuantitas. Nama lain dari kelas kata numeralia ini adalah kata bilangan.

Inilah pengertian berbagai menurut KBBI.
bagai>> ber.ba.gai, 1) n, kl, mempunyai persamaan; berbanding; bertara; 2) num, bermacam-macam; berjenis-jenis

 Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, berbagai memiliki arti “bermacam-macam” atau “berjenis-jenis”, sedangkan pelbagai, berarti “berbagai-bagai”, “beberapa”, “bermacam-macam”, dan “beraneka macam”.

Kata berbagai sering digunakan untuk menerangkan bermacam-macam hal yang kemudian dikenai tindakan, misalnya hal upaya yang dikenai tindakan melakukan seperti contoh berikut. 

“Aku sudah mencoba berbagai cara untuk meluluhkan hatinya…”
“Berbagai upaya telah ditempuh untuk mengatasi masalah tersebut, tetapi…”

Sedangkan, kata pelbagai biasanya hanya digunakan untuk menerangkan kata benda tanpa dikenai tindakan apapun, seperti yang dapat kamu lihat pada contoh berikut ini.

“Terdapat banyak makanan dari pelbagai negara di festival tersebut.”
“Pelbagai hiasan memperindah tampilan kamarnya.”


Walaupun ada perbedaan antara berbagai dan pelbagai, sebenarnya dalam Tesaurus Bahasa Indonesia, kedua kata bilangan ini merupakan sinonim. Artinya kedua kata ini dapat saling menggantikan.

Begitupun sebaliknya. Pelbagai juga dapat menggantikan kata berbagai jika maknanya pas. Akan tetapi dalam kasus-kasus tertentu, kata pelbagai tidak dapat menggantikan kata berbagai. Hal ini dikarenakan kata berbagai memiliki makna lain selain sebagai kata bilangan atau numeralia, yakni makna yang berarti “mempunyai persamaan; berbanding; bertara” yang termasuk ke dalam kelas kata nomina.

Meskipun hingga saat ini, lebih banyak orang Indonesia yang lebih suka menggunakan kata berbagai daripada pelbagai dengan alasan kata pelbagai membuat orang merasa cadel saat mengucapkannya.

Setelah mengetahui penggunaannya dalam kalimat, tidak ada salahnya mencoba menggunakan keduanya?
Share: